Polman  

“Budaya dan Kepemimpinan Menyatu, SDK–Salim Kompak di Panggung Sandeq Silumba”

SWARAMANDAR.COM, POLMAN – Pada malam pembukaan acara Sandeq Silumba 2025, Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) memberikan pujian kepada Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar, Salim S Mengga, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh penting Mandar.

Dalam sambutannya, SDK menegaskan bahwa kebersamaan dan kekompakan yang ia bangun bersama wakilnya merupakan modal utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, kerja sama yang terjalin bukan hanya simbol, melainkan benar-benar diwujudkan dalam program dan kebijakan yang menyentuh masyarakat.

“Semoga saja, apa yang kami lakukan bersama Pak Wakil Gubernur memiliki arti dan bisa menjadi solusi kecil bagi masyarakat kita di Sulbar ini,” ucap SDK dalam acara yang berlangsung di Polman, Rabu (20/8/2025) malam.

Baca Juga  Menjaga Kesehatan Ternak: Harapan Baru dari Desa Galung Lombok

Ia juga menegaskan, prinsip kepemimpinan yang ia jalankan berlandaskan pada sikap saling menghormati dan menghargai. Nilai itu, katanya, terinspirasi dari sosok Wagub Salim S Mengga yang selama ini selalu menanamkan falsafah hidup masyarakat Mandar.

“Beliau adalah tokoh, orang yang kita tuakan, yang selalu kita dengarkan nasihat-nasihatnya. Falsafah yang beliau sampaikan lahir dari naluri, kultur, dan budaya Mandar yang kita cintai bersama ini,” ujar SDK.

Gubernur menggambarkan hubungan kerjanya dengan Wagub sebagai dwitunggal kepemimpinan yang tak bisa dipisahkan. Setiap keputusan yang diambil selalu dilandasi semangat kebersamaan dan saling melengkapi.

“Apa yang menjadi keputusan saya, itu juga keputusannya Pak Jenderal. Apa yang menjadi keputusan Pak Jenderal, itu juga keputusan saya. Itulah yang terjadi di Sulbar saat ini, dan insya Allah ini akan terus kita pertahankan sebagai role model pemerintahan provinsi di Indonesia,” tegas SDK.

Baca Juga  PW GP Ansor Sulbar 2024-2029 Resmi Dilantik, Dapat Dukungan dan Bantuan Ternak dari Pemprov Sulbar

Kekompakan itu, menurut SDK, patut menjadi teladan bagi jajaran pemerintah kabupaten/kota di Sulbar. Ia berharap para bupati dan wakil bupati bisa mencontoh pola kerja sama yang terjalin di tingkat provinsi.

Acara pembukaan Sandeq Silumba 2025 sendiri menjadi momentum tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan melestarikan budaya bahari Mandar. Ribuan masyarakat turut menyaksikan rangkaian pembukaan yang berlangsung meriah di Pantai Bahari, Polman.

Selain melepas para peserta perahu Sandeq, kegiatan ini juga diwarnai dengan berbagai penampilan seni budaya lokal yang mempertegas identitas Sulbar sebagai daerah maritim dengan sejarah panjang peradaban Mandar.

Baca Juga  Korsleting Listrik Menghanguskan Empat Rumah Warga

Bagi SDK, kegiatan ini bukan hanya sekadar pesta budaya, tetapi juga ajang memperkuat solidaritas antara pemerintah dan masyarakat. “Budaya adalah jati diri kita, dan Sandeq adalah simbol keberanian serta kebersamaan orang Mandar. Pemerintah wajib hadir untuk mendukung dan melestarikannya,” tuturnya.

Harmoni kepemimpinan Suhardi Duka dan Salim S Mengga diharapkan dapat menjadi energi positif bagi pembangunan Sulbar ke depan. Dengan semangat dwitunggal, keduanya meneguhkan komitmen untuk membawa provinsi ini menuju arah yang lebih maju, sejahtera, dan berbudaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *