Kapolres Majene Tunggani Kuda Pattuddu di Hari Jadi Majene ke-480

Kapolres AKBP Muhammad Amiruddin. S. I. K Tunggangi kuda Pattuddu
Kapolres AKBP Muhammad Amiruddin. S. I. K Tunggangi kuda Pattuddu

SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Kabupaten Majene merayakan Hari Jadi ke-480 pada Jum’at 14/8/2025. dengan penuh kemeriahan dan nuansa budaya yang kental. Puncak perayaan digelar melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Majene yang dihadiri jajaran pejabat penting daerah, tokoh adat, dan masyarakat.

Acara ini menjadi istimewa karena diawali dengan karnaval budaya yang menampilkan tradisi khas Mandar, salah satunya kuda Pattuddu—kuda berhias indah yang dapat “menari” mengikuti irama musik. Atraksi ini selalu menjadi ikon perayaan besar di Majene.

Kapolres Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., bersama istri tercinta selaku Ketua Bhayangkari Polres Majene, ikut abil bagian dari kemeriahan karnaval. Dengan mengenakan busana adat Mandar, Kapolres Majene menunggangi kuda Pattuddu sedangkan Istri Tercinta selaku Ketua Bhayangkari Polres Majene menaiki Delman, sambil menyapa warga yang memadati jalur karnaval. Kehadiran mereka disambut hangat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Baca Juga  Sengketa Batas Kebun di Mirring Berakhir Damai, Polsek Binuang Jadi Penengah

Tak hanya Kapolres, seluruh tamu undangan penting, termasuk Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga, Bupati Polman, H. Samsul, Dandim 1401 Majene, serta para kepala OPD, juga turut memeriahkan karnaval dengan menampilkan busana adat penuh warna.

Ketua DPRD Majene memimpin langsung Rapat Paripurna Istimewa di gedung dewan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa usia 480 tahun merupakan perjalanan panjang yang harus disyukuri, sekaligus menjadi momentum untuk menjaga persatuan dan memperkuat pembangunan daerah.

Baca Juga  Satresnarkoba Polres Majene Ciduk Pengedar dan Pengguna Sabu di Dua Lokasi Berbeda

Bupati Majene dalam pidatonya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga warisan sejarah dan budaya Mandar. “Hari ini kita tidak hanya merayakan usia Majene, tapi juga menguatkan komitmen bersama membangun daerah,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga yang turut hadir, memberikan apresiasi terhadap kemeriahan perayaan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat terlihat dari semaraknya rangkaian acara yang melibatkan berbagai unsur.

Rapat paripurna juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat dan pelaku budaya yang dinilai berkontribusi bagi kemajuan Majene. Momen ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga identitas daerah.

Baca Juga  Hati Hati Melintas Dipalippis Diduga Rawan Begal

Karnaval kuda Pattuddu sendiri menjadi simbol keterikatan masyarakat Majene dengan nilai-nilai adat. Gerakan anggun kuda berhias ini menggambarkan keharmonisan antara manusia, hewan, dan alam, yang menjadi filosofi hidup masyarakat Mandar.

Perayaan Hari Jadi ke-480 ini membuktikan bahwa Majene mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kemajuan pembangunan. Kehadiran seluruh unsur pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat menjadi cerminan kuatnya kebersamaan.

Dengan semangat “Bumi Assamalewuang” yang telah terjaga selama hampir lima abad, Majene melangkah menuju masa depan dengan tetap berpegang pada akar sejarah dan tradisi yang membentuk jati dirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *