SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Pagi itu, Minggu (10/8/2025), Lapangan Prasamya Mandar berubah menjadi lautan manusia. Ribuan langkah kaki bersatu, detak jantung berpacu, dan wajah-wajah penuh semangat menyambut Majene Run 2025. Di balik gemuruh sorakan, tersimpan kisah yang akan diingat peserta dan penonton untuk waktu lama.
Sorotan mata publik tertuju pada sosok yang tak biasa: seorang pelari kategori 10 kilometer yang mengenakan gaun pengantin. Di tengah teriknya matahari dan peluh yang membasahi, ia berlari anggun seperti sedang menuju altar, mengundang tawa dan decak kagum penonton. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya, seolah ingin mengirim pesan bahwa olahraga pun bisa dibalut cinta dan kegembiraan.
Namun di tengah euforia, momen memilukan datang. Seorang peserta lari 5 kilometer tiba-tiba terkulai lemas dan jatuh pingsan. Sorak-sorai berubah jadi teriakan panik. Tim medis bergegas, membopongnya ke tenda darurat. Napas tertahan, semua berharap ia segera pulih. Detik itu, semua orang kembali diingatkan bahwa olahraga adalah tentang mendengar batas tubuh, bukan hanya soal garis finish.
Di panggung hiburan, suasana kembali menghangat. Seorang artis TikTok yang tengah naik daun melantunkan lagu-lagu hits, mengajak penonton bernyanyi dan berjoget bersama. Namun, di balik layar, terselip rasa kecewa awak media dilarang mewawancarai sang artis, membuat kisah di balik panggung tak tersampaikan kepada publik.
Majene Run 2025 pun berakhir dengan campuran rasa: tawa, haru, kekaguman, sekaligus sedikit getir. Sebuah pesta olahraga yang membuktikan bahwa setiap langkah, entah itu disambut sorak atau diam, selalu punya cerita yang layak dikenang.







