Sinergi Polisi dan Petani: Bhabinkamtibmas Banggae Dorong Ketahanan Pangan Lewat Jagung Hibrida

SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan hingga ke tingkat desa. Salah satunya datang dari Bhabinkamtibmas Polsek Banggae, Polres Majene, Brigpol Abdul Rahim, yang berkolaborasi dengan Kelompok Tani Arundung dalam kegiatan penanaman jagung hibrida jenis JFR 71 di lahan kebun induk, Lingkungan Kalasa, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, TNI, penyuluh pertanian, serta pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah Majene. Brigpol Abdul Rahim, yang dikenal aktif sebagai penggerak ketahanan pangan di Kelurahan Totoli, juga turun langsung mendampingi para petani bersama Babinsa setempat dalam proses penanaman.

Menurut Brigpol Abdul Rahim, gerakan ini bukan sekadar menanam, tetapi merupakan bagian dari strategi untuk mewujudkan kemandirian pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif.

Baca Juga  HUT TNI, Polsek Tinambung Berikan Surprise ke Koramil 04

“Kami terus mendorong kelompok tani agar memanfaatkan lahan yang ada dengan maksimal. Dengan adanya sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan, diharapkan hasil panen meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” ujarnya.

Sementara itu, pihak penyuluh pertanian dan Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Banggae menyambut baik keterlibatan aparat kepolisian dalam program ini. Mereka menilai kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan mampu memberikan semangat baru bagi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Kegiatan penanaman jagung hibrida di Kalasa ini diharapkan menjadi model kolaborasi multisektor yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Majene. Selain memperkuat ketahanan pangan lokal, program ini juga menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah di bidang pertanian.

Melalui langkah sederhana namun berdampak luas ini, Brigpol Abdul Rahim dan masyarakat petani di Kalasa menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana, melainkan gerakan bersama dari akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *