Majene  

Ketua Komisi III DPRD Majene Hadiri Messawe To Tamma, Dimeriahkan Arak Arakan Sayyang Pattu’du

SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Pelepasan “Messawe To Tamma” di Lapangan Samaturu Pellatoang, Desa Tammerodo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, hari ini, Kamis 26 Juni 2025.

Ribuan warga masyarakat tumpah ruah memenuhi lapangan dan sepanjang jalur arak-arakan, menyaksikan dengan antusias tradisi budaya yang sarat makna ini. Kehadiran Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majene, Bapak Jasman, S.IP., semakin menambah semarak acara tersebut.

Bapak Jasman tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas peran serta beliau, panitia penyelenggara memberikan kehormatan kepada Bapak Jasman untuk menunggangi kuda “Sayyang Pattu’du” dalam arak-arakan. Momen ini menjadi simbol kuat dari dukungan dan keterlibatan langsung pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi “Messawe To Tamma”.

Baca Juga  Pesan Bupati Majene saat Khitanan Massal di Tubo Sendana

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Jasman menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini dengan begitu baik.

Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Majene atas dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal. Lebih jauh, Bapak Jasman menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh rencana menjadikan “Messawe To Tamma” sebagai agenda tahunan, sesuai dengan penyampaian Gubernur Dr. H. Suhardi Duka, M.M, pada acara Messawe To Tamma di Kecamatan Sendana.

Baca Juga  Kejari Majene Gelar Penerangan Hukum di Pamboang: Tekankan Pentingnya Pencegahan Penyimpangan Dana Desa

Menanggapi informasi dari panitia mengenai adanya beban biaya yang ditanggung oleh orang tua siswa peserta, Bapak Jasman menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan penganggaran kegiatan ini melalui Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Majene. Beliau berjanji akan berupaya agar di tahun-tahun mendatang, kegiatan “Messawe To Tamma” dapat terlaksana tanpa membebani para orang tua siswa, sehingga tradisi ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Baca Juga  Inspektorat Majene Dinilai Tebang Pilih, Publik Desak Audit APBDes 39 Desa Dikelola Pj

Kehadiran Bapak Jasman dan komitmen nyata yang beliau tunjukkan bukan hanya sekadar simbolis, tetapi mencerminkan kepedulian yang tinggi terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus mendukung dan melestarikan tradisi “Messawe To Tamma” sebagai warisan budaya yang berharga bagi Kabupaten Majene dan Sulawesi Barat. Semoga kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat nama Majene di kancah nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *