SWARAMANDAR.COM, MAJENE, 24 Juli 2025 — Suasana pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) Kabupaten Majene yang berlangsung khidmat, sedikit ternoda oleh ketidakhadiran unsur Kejaksaan Negeri Majene dalam acara penting tersebut. Ketua IJS Majene, dalam sambutannya, secara terbuka menyayangkan absennya institusi penegak hukum itu.
“Kami sangat menghargai kemitraan lintas sektor, termasuk dengan Kejaksaan. Namun sangat disayangkan, tak satu pun perwakilan dari Kejaksaan hadir hari ini, padahal undangan telah kami sampaikan jauh-jauh hari,” ujar Ketua IJS Majene dengan nada kecewa namun tetap diplomatis.
Pelantikan ini sejatinya menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara jurnalis dan berbagai elemen penegakan hukum di daerah. Kehadiran instansi seperti Kejaksaan dianggap krusial dalam membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif antara pers dan aparat penegak hukum.
Acara yang digelar di Wima Yumari salah satu gedung pertemuan di pusat kota Majene ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, Kapolres Majene, Dandim 1401 Majene, perwakilan organisasi masyarakat, tokoh pemuda, Kepala Desa dan para jurnalis dari berbagai media. Pelantikan Ketua DPW IJS Majene periode 2025–2029 berlangsung lancar, ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pembacaan ikrar jurnalistik.
Ketua IJS Majene Syamsuddin Kamal, berharap ketidakhadiran Kejaksaan kali ini tidak menjadi cerminan renggangnya hubungan antara jurnalis dan lembaga hukum di daerah. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dua arah demi kemajuan informasi publik dan supremasi hukum yang adil.
“Kami terbuka untuk duduk bersama. Kritik kami bukan untuk menjatuhkan, tetapi demi membangun,” tutupnya.







