SWARAMANDAR.COM, MAJENE, SWARAMANDAR.COM, — Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene kembali mencuri perhatian publik setelah berhasil mengungkap dua kasus dugaan korupsi yang melibatkan penyalahgunaan anggaran daerah. Atas capaian tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang diambil lembaga penegak hukum itu.
Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Ketua HMI Cabang Majene, Muhammad Aslan, saat ditemui di Warkop Teras Tallomon, Rabu malam (5/11/2025). Ia menilai keberanian Kejari Majene dalam mengusut dua kasus besar—pengadaan kapal di Dinas Kelautan dan Perikanan serta dugaan korupsi Dana Desa Balombong—menjadi bukti nyata komitmen pemberantasan korupsi di daerah.
“Langkah Kejari Majene patut diapresiasi. Mereka berani membongkar kasus-kasus besar yang menyangkut kepentingan publik. Ini menandakan bahwa penegakan hukum di Majene masih hidup dan berpihak pada rakyat,” ujar Aslan dengan tegas.
Menurut Aslan, di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum, Kejari Majene berhasil menumbuhkan kembali harapan bahwa hukum bisa tegak tanpa pandang bulu. “Ketika rakyat mulai skeptis, tindakan nyata seperti ini menjadi energi positif untuk mengembalikan kepercayaan,” tambahnya.
HMI Majene menilai, pengungkapan dua kasus korupsi tersebut bukan hanya soal menindak pelaku, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah agar lebih transparan dan akuntabel. “Kami melihat Kejari Majene tidak sekadar menegakkan hukum, tapi juga mendidik birokrasi agar lebih bersih,” kata Aslan.
Lebih lanjut, ia berharap agar Kejari tidak berhenti pada dua kasus ini saja. HMI mendorong agar lembaga tersebut terus menuntaskan setiap laporan atau indikasi penyimpangan anggaran yang merugikan masyarakat. “Kami tahu masih banyak kasus yang menunggu keberanian dan konsistensi penegakan hukum,” ujarnya.
Selain itu, HMI juga menyerukan agar masyarakat turut mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Keterlibatan publik dinilai penting agar setiap upaya pemberantasan korupsi mendapat dukungan luas dan tidak berhenti di tengah jalan. “Peran masyarakat adalah kunci. Jika publik ikut mengawasi, maka hukum tidak akan mudah dilemahkan,” ucapnya.
Apresiasi HMI ini juga diharapkan menjadi sinyal moral bagi aparat penegak hukum lainnya agar tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. “Hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan. Kejari Majene sudah memberi contoh bahwa keberanian bisa menular,” tutur Aslan menutup pernyataannya.
Dengan pengungkapan dua kasus besar tersebut, Kejari Majene menunjukkan komitmen nyata terhadap pemberantasan korupsi di daerah. Masyarakat pun kini menaruh harapan lebih besar agar langkah berani ini terus berlanjut hingga tercipta pemerintahan yang bersih, jujur, dan berkeadilan.







