Majene  

PT Cadas Industri Azalia Mekar Sampaikan Klarifikasi Resmi Terkait Protes Warga Pamboang

SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Suasana Warung Arroyan di Lingkungan Tulu, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, tampak lebih padat dari biasanya pada Jumat (12/12/2025). Di tempat sederhana namun dipilih karena aksesnya yang mudah tersebut, PT Cadas Industri Azalia Mekar menggelar konferensi pers untuk merespons meningkatnya protes warga terhadap aktivitas pertambangan yang mereka jalankan di Kecamatan Pamboang.

Dalam forum itu, jajaran manajemen tampil menyampaikan penjelasan sekaligus klarifikasi resmi kepada awak media terkait polemik yang dalam beberapa pekan terakhir memicu keresahan masyarakat. Pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses dan dokumen perizinan operasional telah dipenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut pernyataan resmi yang dibacakan, PT Cadas Industri Azalia Mekar mengeklaim telah melaksanakan konsultasi publik dan sosialisasi sebelum memulai aktivitas pertambangan. Hal tersebut, kata perusahaan, dilakukan sebagai bentuk kepatuhan sekaligus upaya memastikan masyarakat memahami rencana kerja perusahaan berikut potensi dampaknya.

Baca Juga  PJs Bupati Majene Dikunjungi Investor Pasir dan Batu Jakarta, Investasi Rp 100 M?

“Semua tahapan telah kami lalui sesuai regulasi. Kami juga sudah turun langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan dan tanggung jawab perusahaan,” bunyi salah satu poin dalam pernyataan tersebut.

Perusahaan juga menyoroti komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Mereka mengklaim telah menerapkan berbagai langkah teknis dan preventif untuk meminimalkan dampak ekologis, antara lain pengelolaan limbah, pemantauan berkala terhadap kondisi lahan, serta penerapan standar keselamatan kerja di area tambang.

Aspek keselamatan masyarakat, lanjut perusahaan, menjadi prioritas utama.
“Perlindungan lingkungan dan keselamatan warga merupakan bagian dari komitmen kami. Kami ingin memastikan kegiatan pertambangan berjalan secara bertanggung jawab tanpa menimbulkan kerusakan di lapangan,” ujar salah satu perwakilan perusahaan.

Baca Juga  Wasila Owner Tepis Prodak Miliknya Bermasalah!

Dalam kesempatan itu, PT Cadas Industri Azalia Mekar juga merespons keterbukaan sejumlah tuntutan warga Pamboang yang meminta penghentian sementara aktivitas tambang. Perusahaan menyatakan bersedia membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat, tokoh lokal, maupun pemerintah daerah demi mencari jalan tengah atas perbedaan pandangan yang muncul.

“Kami tetap mengedepankan komunikasi dan transparansi. Dialog dengan masyarakat dan pemerintah adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini,” demikian pernyataan lanjutan dari manajemen.

Sikap terbuka yang ditunjukkan perusahaan diharapkan dapat meredakan ketegangan yang dalam beberapa pekan terakhir mencuat di wilayah Pamboang. Meski begitu, dinamika di lapangan masih terus berlangsung. Sebagian warga tetap menyuarakan kekhawatiran soal potensi dampak jangka panjang terhadap lingkungan, terutama terkait kualitas air, tanah, dan ruang hidup masyarakat setempat.

Baca Juga  Turnamen Bulutangkis Majene 2024 Mulai Digelar, 64 Pasangan Atlet Siap Bertarung

Konferensi pers di Warung Arroyan ini menjadi langkah awal bagi PT Cadas Industri Azalia Mekar untuk memperkuat posisi mereka di tengah sorotan publik. Perusahaan berharap klarifikasi tersebut dapat memberi gambaran yang lebih utuh dan membuka ruang penyelesaian yang damai serta dialogis.

Ke depan, publik menunggu langkah lanjutan perusahaan dalam memenuhi komitmen transparansi dan komunikasi. Sementara itu, masyarakat Pamboang menaruh harapan agar pemerintah daerah memperkuat fungsi pengawasan guna memastikan aktivitas pertambangan tidak mengancam keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *