SD Negeri 19 Rangas Gelar Workshop Regulasi Emosi, Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak

MAJENE – SD Negeri 19 Rangas kembali menghadirkan kegiatan edukatif melalui workshop regulasi emosi yang melibatkan guru serta orang tua/wali murid. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kemampuan mengelola emosi, baik dalam lingkungan keluarga maupun dunia pendidikan, Selasa 3 November 2026.

Workshop tersebut menghadirkan Dr. Fadil Muhammad, S.Pd., M.Pd. dan Uhwah Hasanah, S.Psi., M.Pd. sebagai narasumber. Keduanya memberikan wawasan dan pemahaman mengenai pentingnya regulasi emosi dalam membangun hubungan yang sehat antara orang dewasa dan anak, khususnya dalam proses pengasuhan dan pembelajaran.

Kegiatan ini terlaksana berkat kontribusi dan peran aktif mahasiswa Asistensi Mengajar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa regulasi emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara tepat sesuai situasi yang dihadapi. Kemampuan ini menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter anak.

Baca Juga  Makan Bergizi Gratis, Disdikpora Majene Tunggu Arahan Pemprov Sulbar

Regulasi emosi dinilai sangat penting bagi guru dan orang tua. Sebab, mendidik anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan, nasihat, maupun disiplin, tetapi juga menuntut keteladanan orang dewasa dalam mengendalikan diri ketika menghadapi berbagai perilaku anak.

Anak-anak tidak hanya belajar dari perkataan orang dewasa, tetapi juga meniru sikap dan tindakan yang mereka saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Cara orang tua dan guru menghadapi kemarahan, kekecewaan, permasalahan, serta perbedaan pendapat menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter bagi anak.

Baca Juga  Kepala BBPVP Makassar Menutup Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLKK Yayasan Ar Rahman Polman

Melalui workshop ini, peserta juga diajak menyadari bahwa pembentukan pribadi anak yang mampu mengelola emosi, memiliki empati, menghargai orang lain, dan membangun hubungan sosial yang sehat harus dimulai dari keteladanan lingkungan terdekatnya.

Materi tersebut juga berkaitan erat dengan implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Pembentukan kebiasaan positif pada anak tidak cukup hanya melalui instruksi dan pembiasaan, tetapi membutuhkan keteladanan, kesabaran, konsistensi, serta kolaborasi yang kuat antara pihak sekolah dan keluarga.

Salah satu pesan penting yang menjadi refleksi dalam kegiatan ini adalah bahwa orang dewasa tidak seharusnya hanya menuntut anak mampu mengendalikan emosinya, sementara mereka sendiri belum memberikan contoh pengelolaan emosi yang baik.

Oleh karena itu, sinergi antara guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, empati, rasa aman, dan kebahagiaan anak.

Baca Juga  Pelantikan Gugus Depan Pramuka SMPN 6 Satap Pamboang dan SDN 11 Galung

Pihak SD Negeri 19 Rangas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber, mahasiswa Asistensi Mengajar PGSD FKIP Unsulbar selaku pelaksana kegiatan, seluruh guru, serta orang tua/wali murid yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan workshop tersebut.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pendidikan bukan semata-mata tanggung jawab sekolah ataupun keluarga, melainkan perjalanan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *