Daerah  

Evaluasi Sulbar Sehat, DKPPKB Sulbar Perkuat Akselerasi Penanganan Stunting dan Jaminan Kesehatan

DKPPKB Sulbar Perkuat Akselerasi Penanganan Stunting dan Jaminan Kesehatan

MAMUJU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat evaluasi implementasi Program Sulbar Sehat sebagai upaya mempercepat pencapaian indikator kesehatan prioritas, terutama penanganan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan jaminan kesehatan masyarakat.

Evaluasi tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Andi Depu, Kantor DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (20/10/2026), dihadiri Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, bersama tim teknis Sulbar Sehat.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan Program Sulbar Sehat berjalan terarah, terukur, dan sesuai dengan target pembangunan kesehatan daerah. Evaluasi juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi kendala implementasi serta merumuskan langkah perbaikan agar intervensi kesehatan lebih tepat sasaran.

Baca Juga  Anak Passandeq dapat Beasiswa Pemprov Sulbar, Ridwan: Gebrakan Luar Biasa

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa keberhasilan Sulbar Sehat membutuhkan kerja terintegrasi, tidak hanya pada tingkat provinsi, tetapi juga kabupaten, puskesmas, hingga desa dan kelurahan. Penguatan koordinasi, pemantauan capaian indikator, dan tindak lanjut atas permasalahan di lapangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

Fokus evaluasi mencakup percepatan penanganan stunting, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta perluasan kepesertaan dan keaktifan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Upaya tersebut perlu didukung dengan pelayanan puskesmas yang berkualitas, pemanfaatan data yang akurat, dan kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga  Komisi II DPRD Polman Kunjungi DKP Sulbar, Bahas Penguatan Perikanan Tangkap dan Budidaya untuk 2027

Dalam implementasi Sulbar Sehat, puskesmas dan tenaga kesehatan menjadi ujung tombak pelaksanaan intervensi. Pendekatan dilakukan berdasarkan kondisi wilayah dan capaian indikator, disertai pendampingan, monitoring berkala, serta penguatan peran kader dan masyarakat. Program ini juga mendukung percepatan penurunan stunting di lokus Desa PASTI PADU dan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Sulawesi Barat.

Melalui evaluasi ini, DKPPKB Sulbar mendorong agar setiap hasil pemantauan ditindaklanjuti dengan langkah konkret, mulai dari penguatan intervensi pada wilayah prioritas, peningkatan kinerja puskesmas, hingga perbaikan pelaporan dan validitas data. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak berhenti pada pemantauan, tetapi menghasilkan perbaikan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Prestasi Gemilang Akhir Tahun 2024, Pemprov Sulbar Raih Indeks SPBE dengan Predikat Sangat Baik

Penguatan implementasi Sulbar Sehat sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

DKPPKB Sulbar berharap evaluasi berkala ini menjadi salah satu pengungkit percepatan capaian pembangunan kesehatan, sehingga penanganan stunting, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta perlindungan kesehatan masyarakat dapat berjalan semakin efektif, merata, dan berkelanjutan.

Naskah :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *