MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti kegiatan verifikasi data kejadian bencana Triwulan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Jumat (9/10/2026), mulai pukul 08.30 WIB atau 09.30 WITA.
Sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta koordinasi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, BPBD Sulawesi Barat terus mendorong penguatan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi, akuntabel, dan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah.
Kegiatan verifikasi ini bertujuan untuk memastikan data kejadian bencana selama periode Januari hingga September 2026 tersusun secara akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses tersebut mencakup data yang dihimpun BPBD Provinsi Sulawesi Barat serta hasil validasi data kejadian bencana dari BPBD kabupaten dan kota se-Sulawesi Barat.
Dalam pelaksanaannya, BNPB meminta setiap BPBD provinsi menyampaikan informasi kejadian bencana yang telah dikumpulkan dan divalidasi di wilayah masing-masing. Data tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemutakhiran informasi kebencanaan nasional, sekaligus mendukung penyediaan data yang konsisten sebagai dasar perencanaan dan evaluasi penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya ketelitian dalam pengumpulan, pemeriksaan, dan validasi data kejadian bencana. Menurutnya, data yang akurat merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung pengambilan keputusan, penentuan prioritas penanganan, serta penyusunan kebijakan penanggulangan bencana yang tepat sasaran.
#PemprovSulbar #GubernurSulbar #GubernurSuhardiDuka #bpbdsulbar #bpbdsulawesibarat #sulbartangguh






