Persari dan Persami Pangkalan SDN 18 Bababulo, Bentuk Karakter, Kemandirian, dan Kepercayaan Diri Peserta Didik

MAJENE – Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan melalui Perkemahan Satu Hari (Persari) dan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) yang dilaksanakan oleh Pangkalan SDN 18 Bababulo menjadi salah satu upaya dalam membentuk karakter peserta didik yang mandiri, percaya diri, serta memiliki budi pekerti luhur, Sabtu

Kegiatan perkemahan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan beraktivitas di alam terbuka, tetapi juga merupakan sarana pendidikan karakter bagi anak didik. Melalui berbagai kegiatan kepramukaan, peserta didik dibimbing untuk berani tampil, percaya pada kemampuan diri sendiri, serta belajar menghadapi berbagai tantangan.

Persari dan Persami juga bertujuan menuntun peserta didik agar mampu mengembangkan sikap mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui aktivitas kepramukaan yang mengedepankan kebersamaan, kerja sama, gotong royong, serta kedisiplinan.

Baca Juga  Disdikpora Majene Koordinasi dengan Kanreg IV BKN Makassar Bahas Pengangkatan Kepala Sekolah

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menumbuhkan karakter generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur. Pendidikan tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membentuk sikap dan kepribadian anak.

Baca Juga  Satgas Terus Bergerak Lakukan Rekonfirmasi Data ATS

Melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan ini, Pangkalan SDN 18 Bababulo berharap peserta didik dapat memperoleh pengalaman berharga, meningkatkan rasa percaya diri, serta tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Ajak DPRD Mulai Rancang Sekolah Vokasi di Enam Kabupaten

Dengan semangat kepramukaan, Persari dan Persami diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemandirian, dan budi pekerti yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *