MAMASA — Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat turut memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan melalui Sosialisasi Penguatan Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) pada Rantai Pasok Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui sinergi OKKPD, Satgas Pangan dan Mitra Petani, Selasa (29/9/2026), di Kabupaten Mamasa.
Penguatan keamanan pangan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, melalui Panca Daya, khususnya dalam mendorong daya saing, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan. Keamanan dan mutu pangan menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, produktif dan sejahtera.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Mamasa Welem Sambolangi, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Mamasa Suriani Tasikrara Dellumajang, Kepala Regional BGN Sulawesi Barat Firazh Ahmadilla Ma’ga, serta Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Mamasa Muhammad Sahrul Gunawan.
Dalam arahannya, Bupati Mamasa Welem Sambolangi menekankan pentingnya perhatian terhadap keamanan pangan di daerah, khususnya dalam mendukung penyediaan bahan pangan untuk dapur MBG. Seluruh pihak yang terlibat diharapkan memastikan pangan yang diproduksi, didistribusikan dan digunakan memenuhi persyaratan keamanan serta layak dikonsumsi.
Materi penguatan disampaikan Daniel Appulembang, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Ia menjelaskan pentingnya penerapan standar mutu dan keamanan PSAT secara konsisten pada setiap tahapan rantai pasok, mulai dari produksi, penanganan, distribusi, penyimpanan hingga pangan digunakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kehadiran Dinas Pangan Sulbar dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani dan pengelola SPPG dalam memastikan bahan pangan yang menjadi bagian dari program MBG memenuhi aspek mutu dan keamanan.
Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas pelaku usaha dan kelompok tani Kabupaten Mamasa serta 16 Kepala SPPG. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman dan koordinasi antarunsur yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan bagi pelaksanaan MBG.
Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, OKKPD, Satgas Pangan, mitra petani dan pengelola SPPG, pengawasan mutu dan keamanan pangan diharapkan semakin kuat. Dengan demikian, bahan pangan yang masuk dalam rantai pasok MBG di Kabupaten Mamasa dapat terjamin aman, bermutu dan layak dikonsumsi masyarakat.






